Deni Iskandar

Cara Memanfaatkan Facebook Messenger Untuk Bisnis Anda

Kunci sukses Facebook Messenger Marketing ada pada kebijakan Facebook:

  • Jadilah lebih baik dalam marketing
  • lebih baik dalam komunikasi dengan orang
  • Dan jadilah lebih baik dalam membangun hubungan jangka panjang

Dengan fokus baru Facebook dalam membangun hubungan, jika Anda melakukan marketing via Facebook Messenger dengan benar, Anda akan berdiri tegak di atas pesaing Anda, karena Anda menjangkau orang-orang di mana perhatian mereka sudah terfokus.

“Tetapi, supaya berhasil melakukan pemasaran di Facebook Messenger, Anda tidak boleh mendekati platform dari perspektif pemasaran saja”.

Sebaliknya, anggaplah diri Anda sebagai social engineer. Anda harus kembali ke dasar-dasar marketing yang baik. Jika Anda ingin orang mengklik iklan Anda, Anda perlu mencari tahu apa yang sedang mereka minati atau apa yang tengah mereka lakukan untuk membuat sebuah kemajuan.

  • Cari tahu cara-cara kreatif untuk terlibat dengan mereka.
  • Fokus pada audiens Anda dan apa yang penting bagi mereka.
  • Cobalah untuk menjalin hubungan serta keterlibatan.

Bagaimana Anda melakukannya? Dengan mengikuti 3 aturan inti Messenger Marketing!

3 Aturan untuk Menggunakan Facebook Messenger dengan Cara yang Benar

Aturan # 1: Facebook Messenger BUKAN Email

Karena Messenger dibuat untuk mengirim pesan pribadi (seperti halnya email), mudah untuk jatuh ke dalam perangkap menggunakan Messenger, seperti halnya Anda mengirim email. Untuk marketer, email jarang digunakan sebagai channel yang membangun hubungan. Ini digunakan untuk penjangkauan, informasi, dan penjualan.

BUKAN itu gunanya Messenger.

Rahasia menggunakan Messenger untuk marketing adalah berfokus pada mengapa orang tertarik pada bisnis Anda sejak awal. Fokusnya harus selalu pada menghilangkan hambatan demi kemajuan orang dalam kehidupan mereka. Ini harus tentang membangun hubungan dan kepercayaan, bukan mendorong pemasaran.

Jadi, ketika Anda berpikir tentang Messenger Marketing, perlakukan pelanggan Anda sebagai individu. Seperti yang dilakukan BioTrust Nutrition melalui Messenger, menjangkau audiens mereka dengan resep pancake sehat berprotein.

Jadi, tanyakan pada diri sendiri.

  • Apa yang terjadi dalam kehidupan audiens Anda?
  • Apa yang mereka coba lakukan?
  • Apa yang bisa Anda lakukan untuk memberi mereka solusi atau kemajuan?

Lalu gunakan ini sebagai inspirasi untuk membuat pesan Anda di Messenger.

Aturan # 2: Jangan Melakukan Hacking; Dengar!

Tujuan sosial media marketing bukanlah interaksi yang tidak berarti. Percaya atau tidak, tujuan sebenarnya adalah data. Dalam Messenger Marketing, Anda perlu mengajukan pertanyaan terbuka yang membuat orang berinteraksi dan terlibat. Ajukan pertanyaan yang menginspirasi jawaban jangka panjang yang memberi Anda (dalam bahasa mereka sendiri) harapan, ketakutan, dan keinginan pelanggan terbaik Anda.

Inilah data yang dapat Anda gunakan di semua upaya marketing Anda. Mungkin ini mendorong penjualan hari ini, mungkin juga tidak, tetapi itu akan memberi Anda informasi yang dibutuhkan untuk menulis konten penjualan yang menarik dan menjual lebih banyak di masa yang akan datang.

Jadi, alih-alih mendorong penjualan satu produk seperti dalam promosi email, ajukan pertanyaan yang memberi Anda lebih banyak informasi tentang kekhawatiran dan tujuan orang, lalu buat rekomendasi hasil personalisasi berdasarkan jawaban yang mereka berikan kepada Anda, seperti yang dilakukan DigitalMarketer dengan Traffic & Conversion Summit.

…dan seperti yang dilakukan StoryBrand…

Misalnya, jika Anda adalah perusahaan kebugaran, Anda mungkin bertanya, Apa tujuan kebugaran # 1 Anda? atau Mengapa Anda ingin bentuk tubuh yang lebih baik?

Bertanya “mengapa” membantu Anda memahami konteks kehidupan mereka, sehingga Anda dapat memberi mereka pesan pemasaran yang lebih tertarget.

Dan itu dimulai dengan mendengarkan.

Aturan # 3: Hindari Engagement Bait

Tantangannya adalah membuat orang terlibat tanpa menggunakan engagement bait atau umpan keterlibatan. Hingga sekarang, Anda mungkin telah membuat pesan yang mengajukan pertanyaan atau membuat pernyataan yang diikuti oleh, Ketik YA di kolom komentar dan kami akan memberi Anda milkshake gratis.

Tapi itu dianggap sebagai engagement bait, dan Facebook akan mematikannya.

Sekarang ini, alih-alih menggunakan jenis ajakan CTA (call-to-action), Anda mungkin ingin mempertimbangkan konteks percakapan. Pikirkan tentang apa yang orang coba capai dan mengapa, sehingga Anda dapat terlibat dengan percakapan yang telah terjadi dalam hidup mereka.

Taktik lain adalah meminta pendapat orang. Diberi kesempatan untuk memberikan dan mempertimbangkan pendapat mereka sendiri, orang akan membagikan lebih banyak informasi. Idenya adalah untuk membuka percakapan, menarik orang keluar, dan membuat mereka terlibat dengan mengajukan pertanyaan yang bermakna. Inilah mengapa taktik ini bekerja untuk pemasar.

Jika pertanyaan Anda relevan dengan audiens, Anda mendapatkan umpan balik (feedback), dan Anda menindaklanjuti di Messenger dengan pemikiran Anda, maka Anda mengumpulkan data pelanggan bukan hanya untuk brand Anda, tetapi juga untuk Facebook.

Tetapi, perlu diingat, Anda melakukannya dengan tidak memanipulasi metrik. Anda tidak memancing orang memakan umpan Anda supaya mereka memberikan respons. Sehingga respons mereka menunjukkan minat yang sebenar-benarnya.

Dengan kata lain, datanya murni. Yang terbaik adalah, hal ini mengarah secara alami ke dalam percakapan penjualan. Di sinilah Messenger berbeda dari pemasaran email. Dengan email, tujuan Anda adalah membuat orang masuk dalam daftar Anda sehingga Anda dapat mengirimi mereka pesan promosi dan penjualan.

Dengan Messenger, tujuan Anda adalah membangun hubungan. Anda ingin berdialog, yang artinya, Anda tidak akan mengirim pesan promosi terlepas dari bagaimana pelanggan itu berinteraksi sebelumnya. Alih-alih, Anda akan mencoba menghasilkan percakapan pribadi dengan pengikut atau pelanggan Anda.

Tool Untuk Meningkatkan Komentar

Penggunaan strategis fungsi Comment-to-Messenger adalah kunci untuk membuat semua ini berhasil. Selain mencoba menciptakan celah untuk mempromosikan produk Anda atau menghasilkan petunjuk yang murni mementingkan diri sendiri, gunakan pendekatan yang lebih berorientasi pada penjalinan hubungan. Cobalah untuk memahami apa tujuan orang dan mengapa.

Ketimbang mengatakan, “Ketik YA di kolom komentar dan kami akan memberi Anda milkshake gratis”, masuk lebih dalam dan bertanya:

  • Mengapa bubuk protein ini, bukan yang itu?
  • Apakah Anda lebih suka protein whey atau protein vegan?
  • Menurut Anda, lebih efektif minum shake sebelum atau setelah fitness?

Manfaatkan percakapan yang sudah terjadi. Beri orang kesempatan untuk mempertimbangkan sendiri. Tanyakan pendapat mereka.

Dari perspektif pengembangan pelanggan, ini adalah emas. Anda mendapatkan feedback dari prospek Anda dalam bahasa mereka sendiri. Tetapi Anda juga memberi Facebook data yang mereka inginkan, yang merupakan konteks kehidupan orang ini dan produk yang ia sukai. Pendekatan ini juga membuka pintu percakapan tentang penjualan.

Dengan informasi yang Anda kumpulkan, Anda tahu persis produk mana yang diminati orang ini. Sekarang, tawaran Anda bukan spam. Ini sangat relevan, bukan cuma untuk kehidupan mereka, tetapi juga untuk percakapan yang Anda lakukan.

3 Jenis Pesan yang Bisa Anda Kirim di Facebook Messenger

Ingatlah bahwa ada beberapa batasan kapan Anda bisa mengirim broadcast promosi.

Aturan Facebook untuk Messenger bertujuan untuk menjaga agar tool tidak berubah menjadi email. Jadi, bombardir pesan promosi ke seluruh pelanggan Anda, terlepas dari bagaimana pelanggan itu berinteraksi dengan Anda sebelumnya akan membuat Halaman Facebook Anda ditutup.

Namun, sejujurnya, kami tidak suka menganggap aturan Messenger sebagai batasan. Meskipun ada, aturan ini adalah pedoman untuk menjadikan Anda seorang pemasar yang lebih baik. Ini akan membantu Anda terhubung dengan pelanggan terbaik Anda dan membangun hubungan jangka panjang yang menguntungkan dengan mereka.

Jadi apa aturannya? Ada 3 jenis pesan broadcast yang dapat Anda kirim:

  1. Broadcast Promosi
  2. Broadcast Follow-up
  3. Broadcast Berlangganan

Masing-masing jenis pesan ditandai dengan cara tertentu melalui API, dan mereka hanya bisa dikirim dalam keadaan tertentu, berdasarkan izin yang ada di setiap profil. Mari kita pelajari masing-masing lebih jauh.

1. Broadcast Promosi

Pesan promosi dapat digunakan sebagai respons terhadap seseorang yang membuka percakapan dengan Anda: seseorang telah menunjukkan semacam niat, yang berarti mereka tertarik untuk mendengar sesuatu dari Anda. Setelah percakapan dibuka, Anda memiliki 24 jam untuk mengirim pesan promosi. Ini disebut Aturan 24 Jam.

Menurut Facebook, setiap pesan yang mengalihkan seseorang dari Messenger dianggap sebagai promosi, entah itu memiliki maksud penjualan atau tidak. Hanya 24 jam dari kontak awal itu. Artinya, Anda bisa berkreasi dengan ini. Jika Anda menggiring audiens ke fitur Facebook lainnya, seperti Facebook Live, Anda mungkin bisa lolos mempromosikan sesuatu di luar jendela 24 jam itu. Tapi itu adalah daerah abu-abu, dan Anda perlu berhati-hati.

Sekarang mari kita bicara tentang cara kerja broadcast promosi.

Ketika seseorang membuka thread baru dengan Anda, itu artinya mereka menekan tombol “Kirim ke Messenger”, mereka mengirim sesuatu di Halaman Facebook Anda, atau mereka menemukan Anda di Messenger dan menjangkau Anda.

Sebagai contoh, mungkin ini hari libur, dan seseorang ingin tahu apakah kedai kopi favorit mereka buka, jadi mereka menemukan kedai kopi di Facebook dan mengirim pesan kepada mereka untuk mendapatkan informasi jam libur mereka.

Secara teknis, kedai kopi itu dapat mengirim pesan kepada orang itu dalam 24 jam setelah pertanyaan mereka dengan segala jenis penawaran yang mungkin mereka miliki. Sesuatu seperti, Hei, Anda mencoba mencari tahu apakah kedai kopi kami buka. Ini gratis Latte dari kami jika Anda membeli Cappucino.

Jika pelanggan tidak terlibat dengan konten yang dikirim kepada mereka dalam waktu 24 jam, kedai kopi memiliki satu kesempatan untuk mengingatkan mereka tentang tawaran croissant. Mereka dapat melakukannya dengan broadcast lanjutan yang disebut Aturan 24 + 1.

Aturan ini memberi 24 jam bagi pelanggan untuk menerima promosi Anda, ditambah satu pesan pengingat. Jika Anda masih belum mendapat tanggapan, peluang dianggap tertutup.

2. Broadcast Follow-up

Setelah 24 jam berakhir, Anda tidak dapat mengirim broadcast promosi. Anda harus menggunakan broadcast follow-up untuk mengirim pesan kepada audiens Anda. Jenis broadcast ini dapat dikirim dalam 24 jam setelah 24 jam pertama berakhir, memberi Anda 48 jam untuk terlibat dengan orang ini melalui promosi, menggunakan 2 jenis broadcast yang berbeda.

Setelah periode 24 + 1 berakhir, Anda masih dapat mengirim pesan, tetapi tidak bisa bersifat promosional. Anda dapat mengajukan pertanyaan, memberi orang beberapa tombol balasan cepat atau membiarkannya terbuka supaya mereka bisa menjawab. Jika mereka kembali terlibat dengan Anda, jendela 24 jam lainnya akan terbuka. Itu memberi Anda kebebasan untuk mengirim tautan atau pesan promosi jika Anda mau, tetapi itu tidak berarti Anda harus melakukannya.

Daripada selalu berjualan, jadilah kreatif.

Bagaimana Anda mengirim broadcast ke list Anda untuk menciptakan keterlibatan lagi? Bagaimana Anda bisa memulai percakapan tanpa terdengar seperti promosi?

Orang-orang menggunakan Messenger untuk mendapatkan potongan informasi singkat dari orang yang mereka sayangi, untuk mengajukan pertanyaan yang membutuhkan jawaban segera, atau untuk terlibat dan merasa didengar oleh seseorang. Jika Anda menginterupsi mereka secara acak setiap saat, itu tidak berguna baik bagi mereka ataupun Facebook.

Jadi, ingat, dari sudut pandang marketing murni, Anda ingin tetap relevan.

3. Broadcast Berlangganan

Katakanlah komik web mengunggah kartun baru di Halaman Facebook-nya setiap hari Jumat. Pada hari Senin, seseorang mengiriminya pesan. Jenis pesan ini ditindaklanjuti dengan broadcast promosi dan follow-up, seperti ini:

  • Siapkan interaksi menyenangkan yang membangun hubungan
  • Setelah interaksi itu, kirim tautan untuk membeli kaus di toko online-nya
  • Tidak ada respon? Atur tag untuk mengirim pengingat dalam waktu 24 jam
  • Jika masih tidak ada respons, tetapkan pengingat follow-up pada item penjualan toko online

Tapi sekarang hari Kamis, 3 hari setelah jendela promosi ditutup, dan komik web punya ide: Saya yakin pengikut saya benar-benar ingin melihat foto behind-the-scenes saya yang sedang membuat sketsa versi pertama konten ini. Jadi, saya akan mengirim broadcast ke semua orang di daftar saya.

Dalam broadcastnya, dia mengatakan dia sedang melakukan beberapa sketsa awal komik baru ini dan bertanya apakah audiens-nya ingin melihat lebih banyak. Dia kemudian memberi mereka 2 opsi tombol: ya dan tidak.

Ini adalah broadcast berlangganan. Bukan promosi. Ini adalah peluang keterlibatan.

Tetapi penting untuk memahami bahwa “berlangganan” di Messenger tidak sama dengan berlangganan ke daftar email. Di Messenger, Anda hanya mencoba membuka thread dengan seseorang.

Ketika seseorang mengirim pesan ke halaman Anda, mereka mengirim “sebuah pesan”. Ini membuka percakapan dengan Anda. Itu open thread sekarang, juga dikenal sebagai langganan (subscription). Jika seseorang membuka thread dengan Anda, mereka ingin mendengar dari Anda, jadi Anda bisa menambahkannya sebagai pelanggan dan mendapatkan semua informasi mereka.

Anda dapat berbicara dengan orang ini karena mereka telah menghubungi Anda dan telah menunjukkan niat. Berhati-hatilah, hanya mengklik tautan bukan berarti menunjukkan niat. Jadi, ketika seseorang mengklik tautan di Internet, mereka tidak membuka percakapan dengan Anda, tidak peduli bagaimana Anda mengucapkan teks tautan. (Bahkan jika Anda berkata, “Subscribe to Messenger”, mengklik tautan tidak memenuhi syarat sebagai langganan.)

Untuk berlangganan, pengguna harus mengirim pesan kepada Anda di dalam jendela Messenger. Saat mereka membuka thread itu, mereka menjadi pelanggan dan memulai jendela promosi 24 jam yang baru.

Bagaimana 3 Jenis Pesan Ini Bekerja Sama

Aturan 24 Jam adalah kunci Messenger Marketing.

Jendela 24 jam terbuka ketika seseorang mengirim pesan kepada bot Anda untuk melakukan percakapan yang menyenangkan. Anda kemudian memiliki 24 jam untuk mempromosikan apa pun yang ingin Anda promosikan.

Jika mereka tidak merespons, Anda dapat menindaklanjutinya sekali lagi. Jika mereka masih tidak berbicara dengan Anda, beberapa hari kemudian, Anda mungkin bisa mengirimi mereka pesan lain karena Anda tahu apa yang mereka minati. Orang-orang dapat mengatakan ya atau tidak pada pesan Anda, memberi mereka pilihan untuk terlibat dengan Anda atau tidak.

Yang penting untuk diingat adalah bahwa Messenger bukan hanya tool meningkatkan komentar. Ini bukan hanya tentang iklan JSON. Ini adalah tool untuk berkomunikasi dari manusia-ke-manusia dengan orang-orang yang tertarik pada Anda dan apa yang Anda lakukan.

Kami baru saja mengetahui seperti apa komunikasi normal dari sebuah brand ke pelanggan Messenger setiap hari dan setiap minggu. Namun, kami harus memperhitungkan batas waktu promosi, yang menjaga platform supaya tidak meniru email sebagai alat penjangkauan.

Memaksimalkan Marketing dengan Facebook Messenger

Keberhasilan messenger marketing bermuara pada satu hal. Marketer yang baik, yang memiliki konten yang baik, dan memberi nilai kepada audiens mereka, akan menang di platform ini. Rahasia sukses bukanlah hack atau peretasan.

Ini lebih mirip dengan IQ emosional.`

Ketahui cara engage dan re-engage orang-orang, dan memberi mereka apa yang mereka minati. Saat hubungan semakin erat, nilai upaya promosi Anda di Messenger akan menjadi lebih baik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recent posts
Top Posts :

Dapatkan strategi bisnis & marketing untuk meningkatkan penjualan Anda.


Masukan Nama dan Email untuk terus mendapatkan update artikel terbaru.